Pages

Militer As Dilarang Bermain Game Sebagai Taliban

Seluruh pangkalan militer di AS mendapatkan kebijakan baru, dilarang memainkan, menjual atau mendistribusikan video game bertema Taliban yang saat ini sedang marak beredar.

Game baru buatan Electronic Arts tersebut memungkinkan para pemain untuk mendalami karakter pejuang Taliban. Dalam game tersebut, gamer yang memainkan peran sebagai pejuang Taliban dimungkinkan untuk berperang dan menembak mati pasukan AS yang sedang bertugas, yang berlokasi di wilayah perang Afghanistan.

Sebelumnya, gamer menyayangkan keputusan pejabat militer Inggris yang juga melarang penyebaran game tersebut. Menurut para gamer, teknologi yang berkembang seharusnya memperbolehkan siapa saja untuk bermain dengan karakter apa saja, orang baik maupun orang jahat.

Salah satu versi dari game Medal of Honor buatan EA ini akan resmi masuk ke pasaran pada 12 Oktober nanti.

Pejabat militer Inggris memang meminta kepada para penjual game ritel untuk tidak ikut menyebarkan game tersebut di Inggris, khususnya di 300 toko game utama. Bahkan pejabat militer AS merasa geram dengan adanya game ini.

"Di tangan Taliban, anak-anak telah kehilangan ayah, dan istri harus kehilangan suami. Sangat mengejutkan dan sepertinya tidak dapat diterima jika ada orang yang membuat sebuah aksi untuk membela Taliban dan melawan tentara Inggris," ujar pejabat militer Inggris Liam Fox.

Miiliter AS juga menyatakan hal serupa dengan tidak menjual game tersebut di 49 GameStop di dekat beberapa pangkalan militer AS. Tentara diperbolehkan memiliki salinan game tapi harus membelinya di luar pangkalan.

"Kami menyesal dengan ketidaknyamanan ini namun kami yakin pemilik ritel akan mengerti dengan isu sensitif yang menyangkut hidup dan mati orang banyak yang direpresentasikan oleh produk ini," ujar Mayor Jenderal Bruce Casella, untuk Army & Air Force Exchange Service.

Keputusan yang dilontarkan oleh Mayjen Casella ini langsung direspons secara positif oleh pejabat militer Angkatan Laut AS. (Okezone/StraitsTimes)

0 komentar:

Posting Komentar