Sebulan belakangan ini lagi ramai berita tentang mahasiswa Indonesia yang juara lomba mobil tingkat dunia di London, dari berita yang katanya mobil balap listrik, mobil balap ferrari listrik, dan malah ada yang menyebut mobil kenceng-kencengan listrik dunia, aduhhh... Hampir mirip sih tapi bukan itu,,, oke disini mari kita mengenal tentang event yang hits atau ngetrend diperbincangkan lah,
Drivers World Championship atau disingkat DWC yang diselenggarakan di London pada tanggal 3 July 2016 merupakan pertama kali diselenggarakan oleh Shell, Seteleh 30 tahun pihak shell menyelenggarakan event bernama Shell Eco Marathon yang terbagi 3 benua Asia, Amerika, dan Eropa.
Sekilas tentang Shell Eco Marathon yaitu merupakan ajang bagi para pelajar atau mahasiswa untuk mendesain dan membuat sebuah kendaraan masa depan yang hemat akan energi dan ramah lingkungan yang terbagi dua kelas yaitu urban dan prototype, serta terbagi energi listrik, gasoline, diesel, ethanol dan gas. untuk mengenai Shell Eco marathon atau SEM saya akan jelaskan di artikel berikutnya.
kendaraan Urban
kendaraan Prototype
Nah DWC yaitu ajang yang dibuat khusus untuk kelas Urban selain harus hemat tetapi juga harus sampai di garis finis pertama (intinya mah balapan heheh). Untuk pesertanya sendiri yaitu wakil-wakil yang telah menjadi juara di masing-masing benua, dan benua Asia diwakilkan oleh 5 tim dari 3 negara, Indonesia merupakan penyumbang terbanyak wakil dengan mengirimkan 3 tim langsung yaitu :
- Tim Sadewa dari Universitas Indonesia yang merupakan Juara 1 Shell Eco Marathon Asia kelas Urban gasoline.
- Tim Sapu Angin dari Institut Teknologi Sepulu November merupakan juara 1 Shell Eco Marathon Asia kelas Urban Diesel.
- Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia Runner up Shell Eco Marathon Asia kelas Urban Listrik.
Didalam penyelenggaran Event DWC ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh peserta, yaitu harus melewati :
1. Technical Inspection & Safety Inspection
Mungkin bagi para mahasiswa yang pernah ikut event SEM tidak aneh denger kata Technical Inspection & Safety Inspection malah menjadi momok yang menakutkan,karna layak atau boleh tidak nya kendaraan yang telah didesain dan dibuat sesuai dengan rules serta aman untuk mengikuti event atau melaju di lintasan. Sama seperti di SEM dalam DWC para peserta diwajibkan untuk melakukan Technical Inspection & Safety Inspection sebelum turun ke lintasan, walaupun kendaraan dari peserta DWC sudah pernah melakukan Technical Inspection & Safety Inspection di SEM, tetap harus melakukan ulang.
didalam Technical Inspection & Safety Inspection terbagi beberapa pos yaitu:
- Berat kendaraan dan pengemudi
- Radius belok kendaraan
- Dimensi kendaraan
- Pengecekan Rem
- time to exit (waktu keluar pengemudi dari kendaraan harus dibawah 10 detik)
- pandangan kendaraan dan jangkaun klakson
- Desain kendaraan
- Dan terakhir pengecekan Energi atau bahan bakar yang digunakan
Setelah melalui tahap Technical Inspection & Safety Inspection para peserta DWC harus mengikut kualifikasi sebelum dapat bertanding di DWC, kualifikasi ini sendiri yaitu para peserta harus mengikuti SEM europa untuk menguji unit dilantasan dan mendapatkan hasil hemat dari kendaraannya sama dengan hasil yang didapat ketika menjadi juara di SEM benua masing-masing atau 90% pencapaiannya, peserta di kasih kesempatan 3 kali percobaan dan harus mendapatkan 2 hasil valid.
3. Dinamik Breaking Test
yang terakhir peserta harus melakukan dinamik braking test, yaitu kendaraan dari peserta melaju dengan kecepatan 50 km/jam lalu di rem langsung dan jarak pengereman dari kendaran itu tidak boleh melalui jarak yang ditentukan panitia.
Setelah melewati 3 tahap diatas peserta boleh dinyatakan untuk mengikuti event DWC, ternyata tidak mudah yaa hmmm... dan dari Asia yang awalnya diwakilkan oleh 5 tim ternyata cuma 2 tim yang lolos dan berhak ikut DWC yaitu Nanyang dari Singapur dan Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indoensia dari Indonesia.
didalam lomba DWC terdapat 3 sesi, yaitu practice, heat dan final race tetapi sebelum memulai lomba kendaraa peserta kembali lagi cek, yaitu pengecekan berat kendaraan, rem, dan perangkat keselamatan kendaraan. Di practice dan Heat peserta terbagi berdasarkan energi masing-masing, dan tim indonesia yang diwakilkan bumi siliwangi berada di kelas listrik, ketika melakukan practice dan heat tim bumi siliwangi berada pada urutan ke 7 atau yang terakhir.
Setelah melakukan practice dengan jumlah 2 lap, lalu dilanjutkan dengan heat dengan jarak tempuh 3 lap dan sumber energi dari masing-masing peserta dibatasi konsumsinya, jadi jika konsumsi energi melewati batas yang diberikan peserta maka secara otomatis kendaraan akan melampat dan berhenti, tim bumi siliwangi yang awal nya berada di posisi ke 7 berhasil untuk finis di posisi ke 2 sehingga berhak lolos untuk final race.
di Final race peserta yaitu dipilih dari yang tercepat dan mampu sampai garis finish terlebih dahulu dari hasil heat, semua energi, listrik, diesel dan gasolin digabungkan di final race, tim bumi siliwangi berada di posisi kedua ketika final dimulai dan mampu menjadi yang pertama mencapai garis finish.
itu sekilas penjelasan tentang event drivers world championship yang berhasil dijuarai oleh salah satu tim indonesia, dan berhak untuk berangkat ke italy pada bulan desember untuk ke ferrari.




